Edukasi Kesehatan Reproduksi pada Siswa Sanggar Bimbingan Hulu Langat
Kata Kunci:
anak pekerja migran, edukasi kesehatan, kesehatan reproduksi, pubertas, remaja migranAbstrak
Latar belakang: Anak pekerja migran Indonesia di Selangor menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan formal dan informasi kesehatan yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap masalah kesehatan reproduksi, terutama pada fase pubertas. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya intervensi edukatif yang kontekstual, partisipatif, dan sesuai dengan karakteristik usia peserta didik. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan peserta didik usia 10–13 tahun mengenai kesehatan reproduksi, meliputi pengenalan risiko, dampak, dan perilaku pencegahan yang relevan dengan masa pubertas. Metode: Kegiatan menggunakan pendekatan edukasi partisipatif dengan desain one-group pre-test post-test. Sebanyak 9 siswa dari total populasi 39 siswa dipilih secara purposive sampling. Intervensi dilaksanakan melalui ceramah interaktif, penggunaan media visual berupa PowerPoint dan poster, serta diskusi untuk memperkuat pemahaman peserta. Efektivitas intervensi dievaluasi melalui perbandingan skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil: Rerata skor pemahaman meningkat dari 53,33 (pre-test) menjadi 87,78 (post-test), dengan peningkatan sebesar 34,45 poin (64,60%). Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah diberikan edukasi kesehatan reproduksi. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang mengombinasikan penyampaian materi, media visual, dan diskusi dapat meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai kesehatan reproduksi dan perilaku preventif pada masa pubertas. Kesimpulan: Edukasi kesehatan reproduksi potensial meningkatkan pengetahuan anak pekerja migran Indonesia usia 10–13 tahun. Integrasi edukasi kesehatan reproduksi secara berkelanjutan di Sanggar Bimbingan diperlukan untuk memperkuat literasi kesehatan dan kesiapan peserta didik menghadapi perubahan biologis serta risiko kesehatan pada masa pubertas.
Kata kunci: anak pekerja migran, edukasi kesehatan, kesehatan reproduksi, pubertas, remaja migran
________________________________________________________
Abstract
Background: Indonesian migrant workers’ children in Selangor face limited access to formal education and health information, potentially increasing their vulnerability to reproductive health problems, particularly during puberty. This situation highlights the need for contextualized, participatory, and age-appropriate educational interventions. Objective: To improve reproductive health knowledge among students aged 10–13 years, particularly regarding risk recognition, potential impacts, and preventive behaviors relevant to puberty. Methods: This educational intervention employed a participatory approach using a one-group pre-test post-test design. Nine students were purposively selected from a total population of 39 students. The intervention consisted of interactive lectures, visual media using PowerPoint presentations and posters, and facilitated discussions to reinforce participants’ understanding. Intervention effectiveness was assessed by comparing knowledge scores before and after the educational intervention. Results: The mean knowledge score increased from 53.33 at pre-test to 87.78 at post-test, representing an increase of 34.45 points (64.60%). These findings indicate improved participants’ understanding following the reproductive health education intervention. The combination of interactive content delivery, visual media, and discussion appeared to support students’ understanding of reproductive health and preventive behaviors during puberty. Conclusion: Reproductive health education has potential to improve reproductive health knowledge among Indonesian migrant workers’ children aged 10–13 years. Sustained integration of reproductive health education into learning activities at the learning center is recommended to strengthen health literacy and students’ preparedness for the biological changes and health risks associated with puberty.
Keywords: migrant workers’ children, health education, reproductive health, puberty, migrant adolescents
Unduhan
Referensi
Rahma A, Rahman F, Arifin S, Anggraini L, Minasari M, Raisya R, Seambaga AA, Shafarina H, Adila NA, Cahyani S. Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Edukasi Interaktif di SMAN 5 Banjarbaru. JPPMI. 2025. 20;4(1): 114-22. https://doi.org/10.56303/jppmi.v4i1.432.
WHO. Adolescent pregnancy. 2024. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-pregnancy.
Susanti NF, Octaliana H, Listya EP. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Orang Tua- Remaja dalam Isu Kesehatan Seksual dan Reproduksi : Tinjauan Literatur Sistematis. 2025; 20(1): 180–91. https://doi.org/10.32382/medkes.v20i1.1416.
Yuliani, Anita, Ariani Fatmawati, and Gabriele Stefhany Teesen. Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Bagi Orang Tua Komunitas Pekerja Migran Asal Kampung Pandan, Malaysia: Adolescent Reproductive Health Education for Parents in the Migrant Worker Community from Kampung Pandan, Malaysia. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat . 2025; 10(2): 535-542. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v10i2.8505.
Nastiti HW, Ayuningrum LD, Kholis Frendika F. Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Penyuluhan Kesehatan Pada Siswa Sanggar Bimbingan (SB) At Tanzil Serdang, Malaysia. Jurnal Berdaya Mandiri. 2024; 6: 196–205. https://doi.org/10.31316/jbm.v6i3.7143.
Anjani M, Yulianie P, Karliani E, Triyani T, Cionita T. Identitas Nasional Anak Pekerja Migran di SB PPWNI Klang Selangor, Malaysia, Indonesia, Bugis?. Social. 2025; 5(1): 52-61. https://doi.org/10.51878/social.v5i1.4570.
Kodriati N, Pranungsari D, Novitasari PR, Fitriani I, Putri NS, Hanastiti. Edukasi anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia untuk pencegahan kekerasan seksual: Educating The Children Of Indonesian Migrant Workers In Malaysia About Sexual Violence Prevention. JMS. 2023; 1(3): 310-4. https://doi.org/10.62085/jms.v1i3.64.
Erni Ameliya, Dinda Salmi Nabiya, Ashri Rahmaya Nur, Ega Januaryl Pratama Putri, Octa Ida Manullang, Ratih Wirapuspita Wisnuwardani. Pengabdian Masyarakat dalam Mendukung Program Pemerintah melalui Posyandu ILP di Puskesmas Bontang Selatan I: Pengabdian. JERKIN. 2025; 3(4): 2949-55. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.850.
Mahesa AP, Putri AL, Apsari AN, Widitya D, Afifah S. Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Remaja di Indonesia : Studi Literatur. 2025; 4(1): 503-509. https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1587.
Saputri LW, Surmiasih S, Putri RH, Kusuma A. Akses informasi dan pengetahuan dengan perilaku kesehatan reproduksi remaja. Journal of Public Health Innovation, 2025; 5(2): 200-209. https://doi.org/10.34305/jphi.v5i2.1566.
Sabarofek WM, Yesnath AR, Gurning M, Manoppo IA. Tingkat Pengetahuan Mengenai Kesehatan Reproduksi Pada Remaja: Literature Review. JKN. 2024; 12(1): 1-9. https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/jkn/article/view/408
Sugiyani, Disa Larasati, Khairunnisa Meinawati, Salma Enitya Putri, Ulinuha Aufa Rahmah, Rufidah Maulina. Efektivitas Penggunaan Website Lentera Remaja Dalam Peningkatan Pengetahuan Pendidikan Seksual Sebagai Upaya Preventif Perilaku Seksual Beresiko. JMSWH. 2025; 5(2): 144-52. https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/bidan/article/view/2190
Wianti A, Anggraeni P. Peningkatan Pengetahuan Remaja Mengenai Kesehatan Reproduksi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa. 2024; 2(6): 1930-4. https://jurnalpengabdianmasyarakatbangsa.com/index.php/jpmba/article/view/1148
Bahar H, Amalia NR, Indriyani N, Gauzalia PG, Gala ST, Sartika W, et al. Efektivitas Edukasi Kesehatan Reproduksi pada Siswa Siswi di MTSN 01 Kendari. 2025;4:134–45. https://doi.org/10.57213/tjghpsr.v3i2.766.
Arisani G, Sukriani W, Raya KP, Kalimantan C, Kunci K, Kesehatan P, et al. Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja dengan Media Pemanfaatan Buku Rapor Kesehatanku. 2022; 7(1): 130–9. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v7iSpecial-1.2323
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.












